Admin
STUDI PLC SEBAGAI PROSES PEMBOTOLAN SECARA OTOMATIS (Prosesor Vol 2 Edisi 3 Juni 2011)
by Admin Utama - Sunday, 25 August 2013, 09:03 PM
 
Prosesor Vol 2 Edisi 3 Juni 2011

Khairul Saleh,

Dosen Tek.Elektro Institut Teknologi Medan

Abstrak

Kemajuan Teknologi yang berkembang pesat dewasa ini, mengakibatkan industri sebagai produsen / penghasil barang menggunakan cara-cara otomatisasi untuk meningkatkan jumlah hasil barang yang diproduksinya secara efektif dan efisien serta kwalitas. Salah satu peralatan kontrol otomatis yang saat ini banyak digunakan adalah PLC (Programable Logic Control).PLC (Programmable Logic Controller) yaitu kendali logika terprogram merupakan suatu piranti elektronik yang dirancang untuk dapat beroperasi secara digital dengan menggunakan memori sebagai media penyimpanan instruksi-instruksi internal untuk menjalankan fungsi-fungsi logika, seperti fungsi-fungsi pencacah, fungsi urutan proses, fungsi pewaktu, fungsi aritmatika, dengan fungsi yang lainnya dengan cara pemogramnya. PLC bisa digunakan untuk mengatur tugas pemrosesan sederhana, bahkan beberapa dari mereka bisa di interkoneksikan bersama dengan peralatan kontrol lainnya seperti sebuah komputer sederhana (PC) melalui semacam jaringan komunikasi (Network Communication), dengan maksud untuk kemudian digabungkan bersama-sama lalu mengatur sebuah proses yang kompleks. Penggunaan PLC pada pabrik minuman bukan hanya pengontrolan pada sistem proses pembotolan, Conveyor, tetapi masih banyak penggunaan lainnya seperti : Penggunaan PLC pada pengontrolan mesin Pendingin, Penentuan batas ketinggian air, pengaturan suhu ruangan ,pengaturan motor, dan lain sebagainya

Kata Kunci : PLC, kemasan, botoling, sensor.


1. Pendahuluan

Efektifitas dan Efisiensi merupakan suatu pokok permasalahan yang selalu dibicarakan dalam perkembangan dunia industri dewasa ini. Kedua hal tersebut di atas sangatlah menunjang ekonomis tidaknya hasil kerja dari suatu sistem. Penggunaan tenaga manusia dalam bidang pekerjaan tertentu pada industri modern sangatlah tidak efektif, sebagai contoh untuk melakukan pemindahan barang-barang hasil produksi dalam skala besar. Hal ini terkait dengan terbatasnya daya yang dimiliki maupun kesinambungan kerja dari manusianya itu sendiri.

Pada industri-industri modern, pekerjaan-pekerjaan yang dulunya dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia kini sebagian besar telah diambil alih oleh tenaga mesin yang bekerja secara otomatis. Maka dari itu jelaslah mengapa Programmable Logic Controller telah menjadi bagian yang sangat penting dari industri-industri modern.

Kemajuan Teknologi yang berkembang pesat dewasa ini, mengakibatkan industri sebagai produsen / penghasil barang menggunakan cara-cara otomatisasi untuk meningkatkan jumlah hasil barang yang diproduksinya secara efektif dan efisien serta kwalitas. Salah satu peralatan kontrol otomatis yang saat ini banyak digunakan adalah PLC (Programable Logic Control).

PLC (Programmable Logic Controller) yaitu kendali logika terprogram merupakan suatu piranti elektronik yang dirancang untuk dapat beroperasi secara digital dengan menggunakan memori sebagai media penyimpanan instruksi-instruksi internal untuk menjalankan fungsi-fungsi logika, seperti fungsi-fungsi pencacah, fungsi urutan proses, fungsi pewaktu, fungsi aritmatika, dengan fungsi yang lainnya dengan cara pemogramnya. Program-program dibuat kemudian dimasukkan dalam PLC melalui PC, Programming console dan key function. Pembuatan program dapat digunakan komputer sehingga dapat mempercepat hasil pekerjaan. Fungsi lain komputer pada PLC dapat digunakan untuk memonitor jalannya proses pengendalian yang sedang berlangsung, sehingga dapat dengan mudah dikenali urutan kerja (work sequence) proses pengendalian yang terjadi pada saat itu.

PLC pertama kali digunakan pada thn 1960-an Modul-modul yang banyak dipasaran atau yang banyak dipakai di industri sangat bervariasi sesuai dengan pabrik atau merk type PLC yang diproduksi, antara lain:

Jepang ( Toshiba, Omron, Mitsubitshi, Idec, National )

Amerika (General Electric, Allen Bradley, Gould ) 

Jerman (Burket, Siemens )

Perancis (Telemecanique, CGEE Alsthom )

 Sehingga dalam pemogramannya terdapat beberapa perbedaan baik dari instruksi maupun kelengkapat instruksi serta kemampuannya. Pengetahuan dalam pemograman serta pemakaian diperlukan dari berbagai type PLC atau pabrik/merk.

Pabrik membuat PLC mendesain sedemikian rupa sehingga penggunaan dengan mudah menguasai fungsi-fungsi dan logika-logika hanya dalam beberapa jam saja. Fungsi-fungsi dasar yang banyak digunakan antara lain kontak-kontak logika, pewaktu (timer), dan sebagainya. Bagi yang mempunyai latar belakang logika –logika digital akan dengan mudah menguasainya dalam beberapa jam saja, berlainan halnya dengan orang yang tidak memiliki latar belakang ini akan memakan waktu lebih lama untuk menguasai fungsi dan logika-logika kendali PLC.

Seperti halnya komputer, PLC juga mempunyai kelengkapan yaitu CPU (Central Processing Unit), memori (RAM dan ROM), programmer/monitor dan modul I/O (input/output).


.:: All Right Reserved @2015 by AMIK INTeL Com GLOBAL INDO ::.

[Home]