Admin
STUDY SUMBER ARUS SEARAH PADA TUNGKU PELEBURAN ALUMMUNIUM (Prosesor Vol 2 Edisi 4 Desember 2011)
by Admin Utama - Sunday, 25 August 2013, 09:27 PM
 
Prosesor Vol 2 Edisi 4 Desember 2011

Dicky apdilah,

dicky@nusa.net.id

ABSTRAK

Dalam Proses peleburan alumina menjadi aluminium cair PT. Inalum menggunakan proses elektrolisa. Untuk proses elektrolisa ini membutuhkan arus listrik yang konstan dengan menggunakan VCR ( Voltage Control Reaktor ), jadi dapat mungkin dihindari penyetopan atau pengurangan supply arus listrik karena bisa mengakibatkan bekunya aluminium dan rusaknya pot reduksi.Mengingat hal tersebut di atas maka digunakanlah suatu listrik yang disebut “Rectifier Transformator”. Rectifier Transformer merupakan alat yang berfungsi memperkecil sudut fasa antara fasa dan menyearahkan arus listrik AC menjadi arus listrik DC setelah mendapat supply tegangan dari LVR ( Load Voltage Regulator ) yang berfungsi sebagai penaik dan penurun tegangan listrik yang disupply ke tungku peleburan.Dari penjelasan diatas diketahui bahwa supply daya arus searah yang masuk ke tungku peleburan diperoleh setelah Transformator Daya mensupply tegangan ke LVR ( Load Voltage Regulator ) yang diteruskan ke Rectifier Transformer yang berfungsi sebagai penurun tegangan listrik dan penyearah arus listrik AC menjadi arus listrik DC. Agar arus listrik yang disupply dari Rectifier Transformer ke tungku peleburan lebih konstan maka digunakanlah VCR ( Voltage Control Reaktor ).


1.1. Umum

 Gagasan untuk mengolah tenaga air sungai asahan sebagai pembangkit listrik telah dimulai sejak tahun 1908 dan pada tahun 1919 pemerintah Hindia, Belanda melakukan studi kelayakan proyek dan pada tahun 1939 perusahaan Belanda, MEWA memulai pembangunan PLTA Sigura – gura, namun dengan pecahnya perang dunia ke II proyek ini tidak dapat diteruskan.

 Tahun 1962 pemerintah Indonesia dan Rusia ( USSR ) menandatangani perjanjian kerjasama untuk mengadakan studi kelayakan tentang pembangunan proyek asahan tetapi kondisi politik dan ekonomi tahun 1966 telah menyebabkan proyek ini gagal. Tahun 1968 Nippon Koei, perusahaan konsultan Jepang menyerahkan laporan mengenai Power Development Project. Pada tahun 1970 dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian antara Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik ( PUTL ) dengan Nippon Koei tentang perencanaan dan penelitian.

Laporan akhirnya diserahkan pada tahun 1972 yang menyatakan bahwa PLTA Asahan baik dibagun dengan sebuah peleburan aluminium sebagai pemakai utama listrik yang dihasilkan. Tahun 1972 pemerintah Indonesia menyelenggarakan untuk pabrik aluminium dan PLTA sebagai satu paket kepada penanam modal asing. Tetapi hingga pelelangan ditutup pada tahun 1973, tidak satu pun yang menyerahkan penawarannya kepada proyek ini. Proyek ini membutuhkan investasi yang sangat besar. Tanggal 7 Juli 1975, di Tokyo, setelah melalui perundingan – perundingan yang panjang, pemerintah Indonesia dan para penanam modal Jepang menandatangani perjanjian induk untuk mambangun PLTA dan pabrik peleburan Aluminium Asahan. Dan pada bulan Nopember 1975, dua belas perusahanan modal Jepang membentuk sebuah konsorsium di Tokyo dengan nama Nippon Asahan Aluminium Co,Ltd>(NAA Co, Ltd) yang 50% sahamnya dimiliki oleh lembaga keuangan pemerintah Jepang. Tanggal 6 Januari 1976 didirikanlah PT. Indonesia Asahan Aluminium ( PT. INALUM ) di Jakarta. Untuk melaksanakan pembangunan dan pengoperasian kedua instalasi tersebut.

 Syarat utama yang harus dipenuhi oleh sistem supplay daya arus searah untuk Peleburan Aluminium adalah :

1. Mempunyai sistem pengontrolan arus dan tegangan kerja konstan dan akurat.

2. Mempunyai efisiensi dengan keandalan kerja yang tinggi.

Selain dari pada membutuhkan arus yang konstan juga tidaklah diizinkan pemutusan aliran daya searah dalam waktu yang tertentu pada tungku reduksi karena akan mengakibatkan membekunya aluminium dalam tungku reduksi.

Hal tersebut menyatakan suatu pernyataan bahwa sistem supply daya arus searah harus mempunyai keadalan yang tinggi sehingga pemutusan daya ke tungku reduksi dapat dikurangi sekecil mungkin. Sistem supply daya arus searah secara umum bukan dibangkitkan oleh suatu generator arus searah tetapi dilakukan dengan menyerahkan arus listrik bolak-balik dengan menggunakan penyearah semikonduktor dioda. Pemilihan penggunaan penyearah semikonduktor dioda ini dilakukan berdasarkan efisiensi kerjanya, maka pada pemakaiannya dengan suatu konsumsi daya yang sangat besar mampu untuk memberikan penghematan pemakaian daya yang besar.

 Penulisan ini bertujuan untuk peran dan karakteristik dari alat yang bernama Rectifier Transformer sebagai alat perubah sudut fasa antara fasa dan penyerah arus listrik bolak-balik ( AC ) menjadi arus searah ( DC ). Bagaimana mempertahankan arus listrik yang mengalir pada tungku peleburan tetap stabil agar proses peleburan Aluminium tetap berjalan dengan baik.


.:: All Right Reserved @2015 by AMIK INTeL Com GLOBAL INDO ::.

[Home]