Admin
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE DEBATE PADA MATAKULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR (Prosesor Vol 3 Edisi 5 Juni 2012)
by Admin Utama - Monday, 26 August 2013, 06:29 PM
 
Prosesor Vol 3 Edisi 5 Juni 2012

Raja Dedi Hermansyah,

Staf Pengajar AMIK INTeL Com GLOBAL INDO

ABSTRAKSI

Penelitian tentang “ Penerapan Strategi Pembelajaran Active Debate Pada Matakuliah Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mahasiswa D-3 Manajemen Informatika di AMIK INTELCOM GLOBAL INDO Kisaran Kabupaten Asahan” secara substansi bertujuan untuk mengetahui tentang pengetahuan empiris yang baru dan memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari, khususnya proses pembelajaran agama Islam di kampus. Penelitian ini merupakan salah bentuk dari penelitian tindakan kelas (PTK), karena dalam penelitian ini penulis akan meneliti dengan cara mengimplementasikan salah satu strategi pembelajaran yang telah penulis pilih, yakni strategi pembelajaran active debate untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Setelah itu, akan dinilai dan diperhatikan secara seksama bagaimana perubahan yang terjadi dalam diri mahasiswa ketika strategi pembelajaran tersebut diimplementasikan.

Kata Kunci : active debate, motivasi, mahasiswa komputer


1. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perubahan atau perkembangan kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh beberapa faktor utama, yakni orang tua, lingkungan dan sekolah (pendidikan). Itulah sebabnya, guna mencapai tujuan perkembangan kepribadian seseorang (peserta didik), maka pendidikan menjadi jargon utama dalam setiap negara. Diharapkan dengan pendidikan akan tercipta manusia yang berakhlak baik, berbudi pekerti, bermoral dan cerdas dalam merespon setiap problematika kehidupan yang dihadapinya.

Guna mencapai tujuan tersebut, maka belajar menjadi sarana yang paling tepat. Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi dari tidak tahu menjadi tahu, dari buruk menjadi bagus, dari jahat menjadi baik, dan dari tidak berakhlak menjadi berakhlak, dari tidak jujur menjadi jujur dan seterusnya. Jelasnya adalah “perbuatan yang bersifat negatif kepada yang bersifat positif atau memiliki nilai tambah dari sebelumnya yang terjadi pada diri seseorang”.[1]

Dalam rangka mencapai keinginan itu, dosen bertanggung jawab terhadap tingkah laku mahasiswa serta segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas. Dosen adalah orang yang pertama dan utama (memiliki peran begitu signifikan) yang harus melakukan peningkatan motivasi belajar mahasiswa. Dosen diberikan wewenang sepenuhnya oleh pimpinan perguruan tinggi untuk mengatur kelas yang dipimpinnya, agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. Apabila dosen tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya, maka proses pengajaran di dalam kelas tersebut akan mengalami gangguan dan hambatan (problematika).[2]




.:: All Right Reserved @2015 by AMIK INTeL Com GLOBAL INDO ::.

[Home]