Admin
PENGARUH PENGEMBANGAN DOSEN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA DOSEN DI AMIK INTEL COM GLOBAL INDO KISARAN (Prosesor Vol 3 Edisi 6 Desember 2012)
by Admin Utama - Monday, 26 August 2013, 06:43 PM
 
Prosesor Vol 3 Edisi 6 Desember 2012

Raja Dedi Hermansyah,

Staf Pengajar AMIK INTeL Com GLOBAL INDO

Abstrak

Dosen merupakan bagian integral dan memegang peranan penting bagi perguruan tinggi, tanpa adanya dosen yang berkualitas maka perguruan tinggi tidak dapat menjalankan kegiatannya dengan baik. Seorang dosen mungkin melaksanakan pekerjaannya dengan baik mungkin pula tidak. Apabila dosen dapat mengerjakan tugas dengan baik, sehingga tujuan perguruan tinggi dapat tercapai. Tetapi bila tidak maka pimpinan perlu mengetahui sebab-sebabnya. Untuk menjaga kelangsungan operasional perguruan tinggi seorang pemimpin harus memperhatikan serta berusaha untuk mempengaruhi dan mendorong dosennya.

Faktor lain yang menentukan kinerja dosen adalah disiplin kerja. Hilangnya disiplin akan berpengaruh terhadap efisiensi kerja dan efektivitas tugas pekerjaan. Dengan adanya kedisiplinan diharapkan pekerjaan akan dilakukan seefektif mungkin. Bilamana kedisiplinan tidak dapat ditegakkan maka kemungkinan tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat dicapai secara efektif dan efisien. ( Nitisemito, 1982 : 200 ). Sebagai gambaran apabila suatu perguruan tinggi hanya memperhatikan tentang pendidikan, keahlian dan teknologi tanpa memikirkan disiplin kerja dosen, maka pendidikan, keahlian dan teknologi yang tinggi sekalipun tidak akan menghasilkan kinerja yang maksimal bila yang bersangkutan tidak dapat memanfaatkannya secara teratur dan mempunyai kesungguhan disiplin kerja yang tinggi.

Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang dalam mentaati semua peraturan perguruan tinggi dan norma sosial yang berlaku (Masyjui, 2005). Selain itu, berbagai aturan/norma yang ditetapkan oleh suatu lembaga memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan kedisiplinan agar para dosen dapat mematuhi dan melaksanakan peraturan tersebut. Aturan tersebut biasanya diikuti sanksi yang diberikan bila terjadi pelanggaran. Sanksi tersebut bisa berupa teguran baik secara lisan/tertulis, skorsing, penurunan pangkat bahkan sampai pemecatan kerja tergantung dari porsi pelanggaran yang dilakukan oleh dosen. Hal itu dimaksudkan agar para dosen dapat bekerja dengan lebih bertanggungjawab.

Kata Kunci : Dosen, Disiplin, Kinerja


1. PENDAHULUAN

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dewasa ini yang semakin berkembang, disertai dengan terciptanya mesin dan peralatan canggih serta munculnya inovasi-inovasi kerja, perguruan tinggi memerlukan seorang manajer yang mampu menumbuhkembangkan suatu perguruan tinggi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan perguruan tinggi pada umumnya adalah mencapai keuntungan dan berusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang. Segala usaha dilakukan oleh perguruan tinggi untuk mencapai tujuan tersebut dengan menggunakan sumber daya yang tersedia yakni modal, skill, teknologi dan juga peran dosen yang handal.

Faktor lain yang mempengaruhi kinerja seorang dosen adalah pengembangan dosen. Keberhasilan perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas orang-orang yang bekerja didalamnya. Perubahan lingkungan yang begitu cepat menuntut kemampuan mereka dalam menangkap fenomena perubahan tersebut, menganalisa dampaknya terhadap perguruan tinggi dan menyiapkan langkah-langkah guna menghadapi kondisi tersebut. Menyimak kenyataan diatas maka peran menajemen dosen dalam perguruan tinggi tidak hanya sekedar administrasi tetapi justru lebih mengarah pada bagaimana mampu mengembangkan potensi dosen agar menjadi kreatif dan inovatif.

Masalah pengembangan dosen adalah masa depan, artinya dengan adanya suatu pengembangan dosen yang terarah maka prestasi kerja dosen juga akan semakin meningkat dan dosen dapat bekerja secara efektif sehingga tujuan perguruan tinggi dapat tercapai. Apabila para dosen dalam suatu sekolah negeri atau swasta masing-masing dapat bekerja secara efektif dan juga efisien berarti perguruan tinggi tersebut secara dinamis akan dapat menghasilkan sebuah kinerja yang diharapkan.

Begitu pentingnya diadakan pengembangan dosen yang memberi arah yang lebih mengkhususkan dosen tersebut sesuai dengan kecakapan yang ada didirinya, tentu memerlukan pengorbanan yang besar dan waktu yang lama. Sehingga ada sementara anggapan bahwa pengembangan dosen hanya membuang-buang waktu dan biaya. Hal ini terbukti dari banyaknya perguruan tinggi yang tidak melaksanakan pengembangan dosen. Sementara dalam kenyataannya, semakin tinggi suatu jabatan maka pengembangan dosen itu semakin penting sebagai syarat menduduki jabatan yang mempunyai tanggung jawab yang lebih besar.

Dengan profil dosen yang beraneka ragam, maka masalah yang menonjol saat ini adalah tidaklah mungkin suatu lembaga pendidikan formal secara spesifik dapat menyediakan dosen untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Lulusan dari lembaga pendidikan formal tidak mungkin dapat langsung mampu bekerja sesuai dengan jenjang kualifikasi. Mutu atau kualitas lulusan dari berbagai lembaga pendidikan yang setingkat juga masih sangat bervariasi sehingga pada saat awal memasuki pekerjaan sering dijumpai kesenjangan yang dapat menghambat tercapainya sasaran yang diinginkan. Sehubungan dengan itu, maka diperlukan program pengembangan dosen baik dari dalam perguruan tinggi maupun dari luar perguruan tinggi itu sendiri, misalnya melalui lembaga pendidikan non formal untuk dapat menunjang program pendidikan formal. Program tersebut dirancang berorientasi kepada peningkatan/pengembangan kompetensi dari lulusan pendidikan formal agar dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan tuntutan jenjang keahliannya.

Dari deskripsi diatas, jelaslah bahwa dalam setiap lembaga pendidikan tinggi peranan dosen sangatlah penting. Namun demikian, tentulah yang diharapkan adalah dosen yang berkualitas, dalam artian memiliki kemampuan dan kecakapan serta keterampilan dalam melaksanakan tugas sehingga pelayanan dapat diselennggarakan dengan tertib dan lancar. Sorotan terhadap dosen yang dimiliki perguruan tinggi tidak hanya ditujukan pada pemanfaatannya secara optimal, akan tetapi juga pada pengembangannya, perlakuannya, serta estafet penggantiannya. Untuk itu, dalam rangka peningkatan efisiensi kerja, perhatian utama ditujukan pada pengembangannya. Pengembangan dosen dalam perguruan tinggi merupakan hal yang perlu mendapat perhatian, karena melalui pengembangan dosen, diharapkan kinerja daripada orang-orang yang berada didalam perguruan tinggi tersebut tercapai dengan baik.

Seiring dengan persaingan yang semakin tajam karena perubahan teknologi yang cepat dan lingkungan yang begitu drastis pada setiap aspek kehidupan manusia maka setiap perguruan tinggi membutuhkan dosen yang mempunyai kompetensi agar dapat memberikan pelayanan yang prima dan bernilai. Dengan kata lain, perguruan tinggi tidak hanya mampu memberikan pelayanan yang memuaskan (customer satisfaction) tetapi juga berorientasi pada nilai (costumer value). Oleh karenanya, perguruan tinggi tidak semata-mata mengejar pencapaian kinerja yang tinggi tetapi lebih pada kinerja dalam proses pencapaiannya. Kinerja setiap kegiatan dan individu merupakan kunci pencapaian produktivitas. Karena kinerja adalah suatu hasil dimana orang-orang dan sumber daya lain yang ada didalam perguruan tinggi secara bersama-sama membawa hasil akhir yang didasarkan pada tingkat mutu dan standar yang telah ditetapkan. Konsekuensinya, perguruan tinggi memerlukan dosen yang memiliki keahlian dan kemampuan yang unik sesuai dengan visi dan misi perguruan tinggi.

Dengan kata lain, penilaian kinerja adalah merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dengan perguruan tinggi seperti perguruan tinggi. Dukungan dari setiap manajemen yang berupa pengarahan, dukungan sumber daya, seperti memberikan peralatan yang memadai sebagai sarana untuk memudahkan pencapaian tujuan yang ingin dicapai dalam pendampingan, bimbingan, pelatihan serta pengembangan akan lebih mempermudah penilaian kinerja yang objektif. Pengembangan terhadap dosen meliputi peningkatan ilmu pengetahuan administrasi maupun teknis dan kesadaran dosen yang terkait dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku disamping dukungan sarana dan prasarana dalam melaksanakan hak dan kewajiban dan tanggung jawabnya.

Dalam rangka mendayagunakan potensi yang ada pada perguruan tinggi, baik ditingkat kualitas maupun kuantitas serta kompetensi dosen, diharapkan terciptanya iklim yang kondusif melalui kegiatan operasional, pembinaan dan pengawasan kegiatan perguruan tinggi secara efektif dan efisien, hal ini dapat meningkatkan produktivitas kerja. Pelaksanaan pengembangan dosen adalah untuk memperlancar dan memberhasilkan kegiatan pengelolaan perguruan tinggi, pelayanan serta Pengawasan dan perawatan, pengendalian dan pengelolaan sarana dan prasarana yang keseluruhannya merupakan program utama untuk pencapaian sasaran perguruan tinggi. Untuk menciptakan hal tersebut dirasa perlu untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dosen baik dari segi administratif maupun teknis.

Berdasarkan latar belakang dan fenomena-fenomena tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Pengaruh Pengembangan Dosen dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Dosen Pada Amik Intel Com Global Indo Kisaran”.


.:: All Right Reserved @2015 by AMIK INTeL Com GLOBAL INDO ::.

[Home]