Admin
PERANAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENGURANGI JUMLAH PENGANGGURAN (Prosesor Vol 4 Edisi 7 Juni 2013)
by Admin Utama - Friday, 19 December 2014, 10:01 AM
 
PERANAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DALAM
MENGURANGI JUMLAH PENGANGGURAN

Syamsuddin Lubis dan Raja Dedi Hermansyah
Staff Pengajar AMIK INTeL Com GLOBAL INDO
ABSTRAK
Pengangguran adalah orang yang tidak mampu mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan uang meskipun
dapat dan mampu melakukan kerja. Pengangguran di Indonesia mayoritas disebabkan oleh penduduknya yang
padat namun lapangan pekerjaan yang tersedia sempit. Banyaknya karyawan yang terkena PHK (Pemutusan
Hubungan Kerja) juga menjadi penyumbang dalam jumlah pengangguran. Yang lebih penting penyebab
banyaknya pengangguran di Indonesia adalah kurangnya keterampilan atausoftskill yang dimiliki setiap
individu dlaam dunia kerja. wirausaha itu ialah keberanian atau juga kecakapan seseorang untuk menilai serta
juga melihat suatu peluang dalam bisnis dan kemudian menyatukan suatu sumber daya yang diperlukan dalam
pengambilan keputusan yang tepat dan tentunya mendapatkan keuntungan dalam rangka mencapai suatu
keberhasilan. Pelatihan kerja ini sangat diperlukan dikarenakan masih banyak masyarakat bahkan sarjana
meskipun jenjang pendidikan yang sudah tinggi namun pengalaman / skill dalam dunia kerja masih sangat
minim. Berwirausaha sekarang ini menjadi solusi terbaik dalam mengatasi banyaknya pengangguran karena
dalam berwirausaha tidak diperlukan pendidikan yang tinggi melainkan modal. Sekarang ini program
berwirausaha sangat didukung pemerintah dengan disediakannya badan – badan peminjaman modal seperti
koprasi yang menyediakan modal bagi wirausahawan
Kata Kunci : Pengangguran, Kewirausahaan
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia adalah Negara yang memiliki jumlah
penduduk yang tergolong besar. Dengan banyaknya
pulau – pulau dan sumber daya yang
ada di Indonesia seharusnya Indonesia bisa dikatak
an sebagai Negara yang makmur, namun dalam
kenyataannya Indonesia masih tergolong dalam
Negara berkembang. Hal ini disebabkan kurangnya
sumber daya manusia yang masih relatif rendah seh
ingga banyak sumber daya alam yang seharusnya
dimiliki Indonesia tetapi malah Negara lain yang
memanfaatkannya.
Dengan keadaan ekonomi masyarakat Indonesia
yang mayoritas masih didominasi oleh
masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawa
h dan juga banyaknya pengangguran, Indonesia
masih jauh dari harapan untuk dikatakan sebagai
Negara maju. Menurut Sukirno (2004: 28),
pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam
perekonomian yang secara aktif mencari
pekerjaan tetapi belum memperolehnya.
Pengangguran di Indonesia mayoritas disebabkan ol
eh penduduknya yang padat namun lapangan
pekerjaan yang tersedia sempit.Banyaknya karyawa
n yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)
juga menjadi penyumbang dalam jumlah
pengangguran. Yang lebih penting penyebab
banyaknya pengangguran di Indonesia adalah
kurangnya keterampilan atausoftskill yang dimiliki
setiap individu dlaam dunia kerja.
Dalam hal ini diperlukan adanya pelatihan kerja
dan cara memulai dalam berwirausaha. Pelatihan
kerja ini sangat diperlukan dikarenakan masih
banyak masyarakat bahkan sarjana meskipun
jenjang pendidikan yang sudah tinggi namun
pengalaman / skill dalam dunia kerja masih sangat
minim. Berwirausaha sekarang ini menjadi solusi
terbaik dalam mengatasi banyaknya pengangguran
karena dalam berwirausaha tidak diperlukan
pendidikan yang tinggi melainkan modal. Sekarang
ini program berwirausaha sangat didukung pemerin
tah dengan disediakannya badan - badan peminjam
an modal seperti koprasi yang menyediakan modal
bagi wirausahawan.
Perekonomian Indonesia sejak krisisekonomi pada
pertengahan 199,membuat kondisi ketenagakerjaan
Indonesia ikut memburuk. Sejak itu,pertumbuhan
ekonomi Indonesia juga tidak pernah mencapai 8-7 persen. Padahal, masalah pengangguran erat kaita
nnya dengan pertumbuhan ekonomi. Jika pertumb
uhan ekonomi ada, otomatis penyerapan tenaga
kerja juga ada. Setiap pertumbuhan ekonomi satu
persen, tenaga kerja yang terserap bisa mencapai
400 ribu orang.Pertumbuhan ekonomi Indonesia ha
nya 3-4 persen, tentunya hanya akan menyerap
1,6 juta tenaga kerja, sementara pencari kerja men
capai rata-rata 2,5 juta pertahun. Sehingga, setiap
tahun pasti ada sisa pencari kerja yang tidak mem
.:: All Right Reserved @2015 by AMIK INTeL Com GLOBAL INDO ::.

[Home]